Hak Ulayat sebagai Manifestasi Maqāṣid al-Sharī‘ah dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

Analisis Kasus Masyarakat Adat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur

Authors

  • Agus Surono Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Wenceslaus Wenceslaus Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i2.422

Keywords:

Customary Rights, Indigenous Peoples, Maqāṣid al-Sharī'ah, Natural Resources

Abstract

This research departs from the paradox between the state's normative recognition of the rights of indigenous peoples and the reality of structural marginalization experienced by the Dayak Kenyah community in Pampang Village, East Kalimantan. Customary rights as a system of communal ownership have not only legal value, but also spiritual and ecological dimensions that are in line with the principles  of maqāṣid al-sharī'ah, in particular ḥifẓ al-māl (protection of property) and ḥifẓ al-bi'ah (protection of the environment). This study uses a normative legal approach supported by qualitative case studies to analyze the relationship between customary law, national law, and Islamic law in natural resource governance. Data was collected through analysis of laws and regulations, court decisions, and interviews with traditional stakeholders. The results of the study show that there is an overlap of sectoral regulations, complicated bureaucracy for verification of customary rights, and the dominance of state economic interests that get rid of customary authorities. The analysis of maqāṣid al-sharī'ah shows that the recognition of customary rights is a tangible manifestation of social justice and ecological responsibility mandated by Islamic law. Therefore, strengthening customary institutions, harmonizing sectoral regulations, and implementing the principle  of Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) are strategic steps towards fair, sustainable, and maqāṣid governance.

References

Adnyani, Ni Ketut Sari. "Perlindungan hukum kesatuan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal." Media Komunikasi FPIPS 20, no. 2 (2021): 70-80.

Anshori, Muhammad. "Institusionalisasi Kesejahteraan Komunal:(Studi Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Kepemilikan Bersama Di Desa Kemuja Kabupaten Bangka)." Society 5, no. 2 (2017): 59-83.

Avan, Komela. "Tinjauan Yuridis Atas Peraturan Daerah Provinsi kalimantan timur Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Di Provinsi Kalimantan Timur." Journal of Law (Jurnal Ilmu Hukum) 4, no. 2 (2017): 898-901.

Azis, Fakih Abdul. "Konstruksi Eco-Fiqh Indonesia: Analisis Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 tentang Perubahan Iklim Perspektif Maqāṣid al-Syarī'ah." Jurnal Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam 1, no. 01 (2025).

Biantoro, Sugih. "Kearifan Lokal dan Politik Identitas: Menjawab Tantangan Global? Strategi Masyarakat Adat Dalam Kasus Pembalakan Hutan di Kalimantan Barat." Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata (2011): 211.

Bramantyo, Rizki Yudha, and Gentur Cahyo Setiono. "Implementasi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B Ayat 2 tentang pengakuan negara terhadap norma adat dalam perspektif religius dan ritualis masyarakat Dusun Temboro Kecamatan Wates Kabupaten Kediri." Transparansi Hukum (2022).

Budiasto, Luthfi Ius, Al Sentot Sudarwanto, and Hari Purwadi. "Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Prospek Keadilan Agraria di Indonesia: Kajian Hukum dan Kebijakan." In Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum, pp. 74-86. 2025.

Bustomi, Ahmad Royhan, Derrel Azhar Sugianto, and Fardan Zidane Juniawan. "Politik Hukum dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam: Antara Kepentingan Negara dan Hak Masyarakat Adat." Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara 4, no. 1 (2025): 89-100.

Faradila, Aulia Nur, and Wahyu Sukma Dewi. "Implementasi Asas Musyawarah dan Mufakat dalam Penyelesaian Sengketa Hukum Waris Adat di Indonesia." Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities 3, no. 2 (2023): 39-46.

Gayo, Ahyar Ari. "Penegakan Hukum Konflik Agraria Yang Terkait Dengan Hak-hak Masyarakat Adat Pasca Putusan Mk No. 35/puu-x/2012 (Agrarian Conflict Law Enforcement That Was Related to the Rights of Indigenous Peoples Following the Ruling of the Constitutional Courtno. 35/Puu-X/2012)." Jurnal Penelitian Hukum De Jure 16, no. 2 (2016): 157-171.

Griffiths, John. "Legal pluralism." In International Encyclopedia of the social & behavioral sciences, pp. 8650-8654. Elsevier, 2001.

Guntur, I. G., Arief Syaifullah, and Anna Mariana. "Pengakuan hukum terhadap penguasaan tanah masyarakat adat di kawasan hutan kalimantan tengah." (2016): 52-104.

Jati, Wasisto Rahardjo Jati Wasisto Rahardjo. "Manajemen tata kelola sumber daya alam berbasis paradigma ekologi politik." Politika: Jurnal Ilmu Politik 3, no. 2 (2013): 98-111.

Juhari, Andi Rezal, Fatmawati Hilal, and Lomba Sultan. "Fiqih Dan Politik Ekologi: Studi Komparatif Pendekatan Muhammadiyah Dan Nahdhatul Ulama Terhadap Krisis Lingkungan." Jurnal Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam 19, no. 2 (2025): 57-74.

Manalu, Juita Sari, and Budiman Sinaga. "Penegakan Asas Legalitas Terhadap Living Law Sebagai Dasar Hukum dalam Positivisme Pemindahan Hukum Adat." Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD) 2, no. 2 (2024): 152-162.

Matakena, Fransina, Tonny Donald Pariela, and Yurnie Darakay. "Kosmologi Negeri dan Resiliensi Sosial Masyarakat Pulau: Upaya Pengelolaan Konflik dan Damai Keberlanjutan." Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 13, no. 1 (2024): 191-201.

Mezak, Meray Hendrik. "Jenis, metode dan pendekatan dalam penelitian hukum." (2006).

Muchasan, Ali, M. Syarif, and Dhuhaa Rohmawan. "Maqāṣid Al-Syarī’ah Dalam Tinjauan Pemikiran Ibnu ‘Āsyūr." INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan 9, no. 1 (2023): 133-151.

Mutakin, Ali. "Fiqh Ekologi; Upaya Merawat Lingkungan Hidup Berbasis Konsep Maqashid Syariah." Syariah: Journal of Fiqh Studies 1, no. 2 (2023): 107-126.

Mutiara I.Kadir, & Hippy, J. . “Hutan Adat Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X-2012 : Konsekuensi Hukum dan otoritas Pemanfaatan Oleh Masyarakat.” Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, Vol. 5 No. 1, (2025). 828–837. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1141

Noor, Rico Septian. "Rekonstruksi Kedudukan Lembaga Adat Sebagai Sarana Perlindungan Hukum Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Di Kalimantan Tengah Berbasis Nilai Keadilan." PhD diss., Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2024.

Nur, Iffatin, and Muhammad Ngizzul Muttaqin. "Reformulating The Concept of Maslahah: From A Textual Confinement Towards A Logic Determination." Justicia Islamica 17, no. 1 (2020): 73-91.

Rahajeng, Cantik Tri. "Studi Analisis Konsep Maqāṣid Al-Syarī'ah Jasser Auda dan Relevansinya dengan Hukum Islam Kontemporer." Santara: Journal of Islamic Law and Humanity 1, no. 1 (2025): 25-37.

Rahmawati, Rita, and Dian E. Idris Gentini. "Pengetahuan lokal masyarakat adat kasepuhan: adaptasi, konflik dan dinamika sosio-ekologis." Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan 2, no. 2 (2008).

Ramadhan, Ramadhan, Syafrizal Syafrizal, and Silm Oktapani. "Harmonisasi Hukum Adat Dan Konstitusi Nasional: Studi Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia." Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies 20, no. 2: 92-99.

Sarare, Oktarina, Akhmad Saripudin, Rahmat Amin, and Rubi Rubi. "Politik Hukum Pengelolaan Hutan Adat Dan Pertambangan Di Kalimantan Selatan Tahun 2023." Jurnal Penelitian Sosial 1, no. 1 (2024): 1-14.

Shofi, Muhammad Aminuddin, Sahrul Hidayatullah, and Abdul Hamid. "Multidimensional paradigm of Maqasid Sharia in the book of “nahwa taf'ili maqashid sharia” by Jamaluddin Athiyyah." Jurnal Lektur Keagamaan 20, no. 2 (2022): 501-534.

Suhaimi, Suhaimi. "Problem hukum dan pendekatan dalam penelitian hukum normatif." Jurnal Yustitia 19, no. 2 (2018).

Sumampouw, Rifi Marcelino. "Perlindungan Hukum terhadap Hak Masyarakat Adat di Wilayah Kegiatan Pertambangan." Lex Privatum 8, no. 3 (2020).

Tandori, Tandori, and V. Hari Supriyanto. "Kontradiksi Hak Komunal dan Hak Ulayat dalam Hukum Pertanahan Indonesia: Tinjauan Yurisprudensi dan Regulasi Indonesia." Tunas Agraria 8, no. 3 (2025): 380-400.

Uluum, Ahmad Tijanul, and Aji Nugroho. "Fikih Ekologi: Menjaga Kelestarian Lingkungan Alam dengan Pendekatan Teori Maqhasidus Syariah." In Indonesian Proceedings and Annual Conference Of Islamic Law and Sharia Economic (IPACILSE), vol. 1, no. 1, pp. 165-172. 2023.

Yulianto, Eko Harri, Mariyah Mariyah, and Reny Anggraeni. "Kearifan Lokal Kegiatan Usaha Tani Padi Ladang Oleh Suku Dayak di Kelurahan Budaya Pampang." AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension 49, no. 1: 19-27.

Downloads

Published

15-07-2025

How to Cite

Surono, A., & Wenceslaus, W. (2025). Hak Ulayat sebagai Manifestasi Maqāṣid al-Sharī‘ah dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam: Analisis Kasus Masyarakat Adat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Tasyri’ : Journal of Islamic Law, 4(2), 1351–1378. https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i2.422

Issue

Section

Articles