Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Pernikahan Dini Perspektif Teori Maqashid Syari’ah

Authors

  • Ali Mutakin STAI Nurul Iman
  • Fitri Mustafa STAI Nurul Iman
  • Khaeruddin Khaeruddin STAI Nurul Iman
  • Dzia Al Falah STAI Nurul Iman

DOI:

https://doi.org/10.53038/tsyr.v2i1.74

Keywords:

Age of marriage, Early marriage, Maqashid Shari'ah

Abstract

The concrete age restriction for marriage has been regulated in Law No. 1 of 1974, which was later revised into Law No. 16 of 2019. The law states that marriage will be permitted if both the bride and groom have reached the minimum age of 19. This restriction certainly has a strong philosophical basis ranging from juridical basis to issues of reproductive health and mental readiness (maturity). This  research is a qualitative research with   a statutory approach (statute approach) and a conceptual approach.  Data is obtained through library research, both primary and secondary data sources.  This study concluded that, domestic violence that occurs as a result of marriage carried out by both spouses of the bride and groom where one or both are not old enough as stipulated at 19 years, has a serious impact both on the continuity of the household and others. Maqashid shari'ah whose basis is benefit, either in order to realize the welfare itself or to reject the evil, in order to see the phenomenon of domestic violence that occurs in marriage at an early age. Daf'u al-Dlarar in order to reject domestic violence has at least a significant role to play in resolving such phenomena.

References

Adhim, Muhammad Fauzi. 1997. Kupinang Engkau dengan Hamdallah. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Adhim, Muhammad Fauzi. 2002. Indahnya Pernikahan dini. Jakarta: Gema Insani press.

Ahmad Zakiyah. 2014. 10 Karakter Suami yang Setia Terhadap Pasangannya. Tk: Wacana Nusantara.

Al-Asqolani, Ibnu Hajar. 2006. Fathul Ba’an, Penjelasan Kitab Shohih Al-Bukhori, Jilid 15. Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Azhar Mudzakaroh. 1985. Tentang Perkawinan Dibawah Umur. Jakarta: tp.

Ali Zaimuddin. 2011. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Ali Zaimuddin. 2011. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Bahtsul Masa’il, “Hukum Perkawinan di Bawah Umur” Hukum Perkawinan di Bawah Umur | NU Online

BP4 Pusat. 2009. Perkawinan dan Keluarga: Majalah Bulanan No.443/XXXVII/2009. Jakarta: Badan Penasihat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat.

Devita Retno, 17 Dampak Positif Pernikahan Dini Bagi Kedewasaan Seseorang, 17 Dampak Positif Pernikahan Dini Bagi Kedewasaan Seseorang. Lihat https://dosenpsikologi.com/dampak-positif-pernikahan-dini. diakses pada tanggal 07 Desember 2022

Hasan Bastomi, “PERNIKAHAN DINI DAN DAMPAKNYA (TINJAUAN BATAS UMUR PERKAWINAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERKAWINAN INDONESIA)” dalam Jurnal YUDISIA, Vol. 7, No. 2, Desember 2016.

Heppy Hyma Puspytasari, “PERKAWINAN DI BAWAH UMUR MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA”, Jurnal Jendela Hukum, Fakultas Hukum Universitas Wiraraja, VOL 8 NO 1 (2021). HTTPS://WWW.EJOURNALWIRARAJA.COM/INDEX.PHP/FH/ARTICLE/VIEW/1332.

Hurluck Elizabeth. tt. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Ibnu Al-Humam, Kitab Syarh Fath al-Qadir, terj. Moh. Tholehah Mansor, Menara Kudus: tp, tt

Jafzham T. 2006. Persintuhan Hukum Di Indonesia dengan Hukum Perkawinan Islam. Jakarta Barat: PT. Mestika Percetakan dan Penerbitan.

Jajang. 2013. “Pernikahan Dini dan Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam”. Bogor: STAI Nurul Iman.

Lusiana Elvi. 2011. 100 Kesalahan dalam Pernikahan. Jakarta Selatan: PT. Agro Indo.

Manan Abdul. 2007. Etika Hakim dalam Penyelenggaraan Peradilan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Muhammad Taqi Mudarresi, Fiqih Khusus Dewasa, Jakarta: Penerbit Al-Huda, tt.

Munawwrir, Ahmad Warson. 1984. Al-Munawwrir Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pondok Pesantren Al-munawwir.

Musyaroffah. 2013. “Kekerasan Seks sebagai Penyebab Perceraian ditinjau dari Kesehatan psikologi dan Hukum Islam”. Bogor: STAI Nurul Iman.

Nikah Dini? Ini Dampak Positif dan Negatifnya, https://www.wasatha.com/2017/11/nikah-dini-ini-dampak-positif-dan.html

Ningsih, “DISPENSASI NIKAH” https://www.pa-pulangpisau.go.id/artikel-pengadilan/1710-dispensasi-nikah

Poerwadarminta WJS. 1985. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Saleh, K.Wacik. 1976. Hubungan Perkawinan di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

SMKG, Desa Putra. 2002. Jurnal Perempuan Untuk Pencerahan dan Kesetaraan (Memikirkan Perkawinan). Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Sudarsono. 1994. Hukum Perkawinan Nasional. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Summa, Muhammad Amin. 2005. Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suwondo Nani. 1989. Hukum Perkawinan dan Kependudukan di Indonesia. Bandung: PT. Bina Cipta.

Syarifuddin Amir. 2009. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.

Tim Prima Pena. tt. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tulus, 2012. Buku Panduan Konseling Untuk Konselor BP.4 Perspektif Kesetaraan. Jakarta Selatan: Rahma, Bp4, Unfda dan KPP-P4.

Umar, Nasaruddin dan Syarief, Sugin. 2009. Fiqih Keluarga Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah Keluarga Sehat Sejahtera dan Berkualitas. Jakarta: tp.

Uwaidah, Syaikh Kamil Muhammad. 1998. Fiqh Wanita. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Wahyu, Bambang. 2011. Victimologi Pandangan Korban dan Saksi. Jakarta Sinar Grafika.

Zulfiani, KAJIAN HUKUM TERHADAP PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974”, Jurnal Hukum Samudra Keadilan Volume 12, Nomor 2, Juli-Desember 2017. https://media.neliti.com/media/publications/240416-kajian-hukum-terhadap-perkawinan-anak-di-e5ca613d.pdf

Downloads

Published

30-01-2023

How to Cite

Mutakin, A., Mustafa, F., Khaeruddin, K., & Al Falah, D. . (2023). Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Pernikahan Dini Perspektif Teori Maqashid Syari’ah. Tasyri’ : Journal of Islamic Law, 2(1), 175–205. https://doi.org/10.53038/tsyr.v2i1.74

Issue

Section

Articles